Statuses

Program Perikatan Banyak Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Engagements Program)

In Grameen, Ilmiah, Innovation, Leadership, Manajemen, Pemikiran, Telematika on 10 November 2011 by djadja Ditandai: , , , ,

Perencanaan  dan penggunaan komunikasi yang sistematis  adalah dasar untuk menciptakan kesadaran, penumbuhan konsensus serta keikutsertaan di dalam proses-proses  dari perubahan dan pengembangan, pembuatan keputusan-keputusan  dan memecahkan konflik-konflik. Komunikasi pemangku kepentingan yang baik berhasil meningkatkan partisipasi  dan implementasi proyek yang  pada akhirnya menghemat waktu dan uang.

Program Perikatan Banyak Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Engagements Program)  menemukan proyek yang efektif itu memerlukan  pemahaman lingkungan-lingkungan regional dan lokal, kultur orang-orang yang terlibat, dan komitmen dari  pemangku kepentingan. Apapun proyeknya, baik itu suatu instalasi pembangkit tenaga dengan panas bumi atau listrik tenaga air,  suatu program prasarana telekomunikasi  pedesaan,  atau pembangunan prasarana pengairan; bilamana mengabaikan manajemen hubungan pemangku kepentingan akan meningkatkan biaya secara signifikan, keterlambatan proyek atau hasil yang tidak memuaskan bagi semua atau sebagian besar pemangku kepentingan.

        Khusus untuk perencanaan pembangunan prasarana telekomunikasi  pedesaan, perlu dipikirkan pertanyaan-pertanyaan strategis dan hipotesis sebagai berikut:

Ø  Adakah permintaan yang cukup untuk investasi?

Diperlukan penilaian yang terperinci dari persyaratan-persyaratan penyebaran prasarananya, dan memproyeksikan pendapatan di suatu komunitas

Ø  Ke mana jasa telekomunikasi tersebut diperlukan?

Penentuan lokasi-lokasi anggota masyarakat yang diinginkan untuk akses telekomunikasi dan penentuan pemenuhan  (coverage) telekomunikasi  pedesaan yang optimum.

Ø  Bagaimana caranya menyebarkan model bisnis ini agar dapat bertahan?

Penentuan  “kasus bisnis” untuk investasi telekomunikasi pedesaan  dan keterlibatan pemangku kepentingan yang mendukung  keuangan  jasa telekomunikasi pedesaan.

 

        Adapun proses dari Program Perikatan Banyak Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Engagements Program)  adalah sebagai berikut:

Ø  Penilaian Pangsa Pasar dengan Cepat (Rapid Market Appraisals/RMA)

Ø  Pemetaan Masyarakat atau Komunitas (Community Mapping/CM)

Ø  Pemetaan Komunikasi Pemangku Kepentingan (Stakeholder Communication Mapping/SCM)

Ø  Pemodelan/Simulasi Keuangan (Financial Modeling/FM)

Ø  Perencanaan Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Planning/MSP)

Ø  Pemetaan  Sistem Informasi Greografis (GIS Mapping/GISM).

 

Yang dimaksud dengan Penilaian Pangsa Pasar dengan Cepat (Rapid Market Appraisals) mempunyai tujuan menyediakan penilaian yang terperinci dari persyaratan-persyaratan penyebaran sarana telekomuinkasi pedesaan di suatu komunitas yang membutuhkan. Sedangkan teknik yang yang digunakan adalah:

Ø  Daftar wawancara survei kemauan untuk membayar dari calon pelanggan  dan contoh kerangka kerja untuk telekomunikasi daerah pedesaan.

Ø  Penggunaan dari “keranjang” dari indikator ekonomi-sosial yang terlihat untuk menentukan vitalitas kemampuan ekonomi masyarakat terhadap layanan telekomunikasi.

 

Objektif yang diinginkan adalah:

Ø  Memperoleh rekomendasi dari proporsi pembangunan telekomunikasi yang akan dibangun seperti jenis-jenis layanan pada setiap komunitas.

Ø  Memperoleh perkiraan detil dari penghasilan per-jaringan (kemampuan serta kemauan untuk membayar dan skenario trafik pembicaraan).

 

Pemetaan Masyarakat atau Komunitas (Community Mapping) mempunyai tujuan menentukan lokasi anggota komunitas yang membutuhkan akses telekomunikasi. Teknik yang digunakan  adalah penelitian pemetaan partisipasi dari anggota komunitas pedesaan pada titik pemasaran dan pertemuan tertentu. Objektifnya adalah penentuan lokasi utama untuk pelayanan telekomunikasi yang memberikan keuntungan dan akses komunitas maksimal.

Pemetaan Komunikasi Pemangku Kepentingan (Stakeholder Communication Mapping) mempunyai tujuan menentukan pola komunikasi yang sudah ada dan mekanisme yang digunakan oleh pengguna potensial dari sistem telekomunikasi pedesaan. Adapun teknik yang digunakan adalah:

Ø  Identifikasi dari pemangku kepentingan utama di pedesaan (yaitu: lembaga keuangan, pemasok dari produk rumahtangga, pemasok produk pertanian,  institusi komersial yang penting,  kantor pemerintah, sekolah dan sebagainya).

Ø  Wawancara kelompok terfokus (Focus Group) untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang sudah ada dan peningkatan yang diinginkan.

Objektifnya adalah identifikasi  pelanggan utama untuk pelayanan telekomunikasi pedesaan dan strategi untuk melayani konsumen tersebut secara efektif.

Pemodelan/Simulasi Keuangan (Financial Modeling)  mempunyai tujuan menentukan “kasus bisnis” dari investasi telekomunikasi pedesaan. Tekniknya adalah mengkombinasikan RMA, SCM dan CM untuk menghasilkan skenario pengembalian investasi (return on investment/ROI) untuk beberapa tingkat investasi infrastruktur yang berbeda. Objektifnya adalah mengkreasi “kasus bisnis”  investasi telekomunikasi pedesaan yang akan mendorong investasi sektor publik dan pribadi.

Perencanaan Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Planning/MSP) tujuannya adalah mengikat pemangku kepentingan utama dalam mendukung pelayanan telekomunikasi yang secara finansial  dapat bertahan. Tekniknya adalah pemangku kepentingan utama yang diidentifikasi  dalam CM  ambil bagian dalam rapat kerja (workshop) yang didisain untuk meminta masukan, dukungan dan  campur tangan mereka untuk pelayanan nilai tambah yang menambah pendapatan telekomunikasi pedesaan (conto: pelayanan informasi kesehatan atau pertanian). Objektifnya adalah memungkinkan  pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan akses telekomunikasi yang telah ditingkatkan pada aktifitas komersial atau pelayanan mereka.

Pemetaan  Sistem Informasi Greografis (GIS Mapping/GISM) mempunyai tujuan menentukan cakupan telekomunikasi pedesaan yang optimal. Tekniknya adalah mengkombinasikan pemetaan GIS dari data RMA, cakupan yang dibutuhkan serta rencana pemakaian dari pemangku kepentingan utama, dan koordinat “Global Positioning Satellites/GPS” dari pemetaan komunitas. Objektifnya adalah peta GIS berorientasi pasar yang dengan mudah digunakan oleh ahli infrastruktur telekomunikasi untuk menggambarkan cakupan sistem telekomunikasi (terutama cakupan “wireless”).

Program Perikatan Banyak Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Engagements Program/MSE) mengkombinasikan analisis bisnis dengan manfaat pengembangan telekomunikasi pedesaan yang hasilnya:

Ø  Skenario saling menguntungkan antara investor, komunitas pedesaan, dan pemangku kepentingan di pedesaan.

Ø  Mengkreasi manfaat untuk pengembangan pedesaan sebagai berikut:

o    Kerja sama (Partnerships)

o    Aksesibilitas pelayanan dan pengetahuan untuk masyarakat pedesaan.

o    Teknologi komunikasi dan Akses konektifitas

o    Kelangsungan keuangan (Financial sustainability)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: