Statuses

Model Telematika Pedesaan: Model yang fleksibel dan mudah ditiru masyarakat

In Grameen, Innovation, Manajemen, Pedesaan, Telematika on 24 Maret 2013 by djadja Ditandai: , , , , , , , , , , ,

Pada tahun 2004, di Hammamet (Tunisia), sebuah Model Telematika Pedesaan dimunculkan. Ini adalah model yang fleksibel dan mudah ditiru masyarakat miskin lainnya sehingga memberikan konektivitas dan layanan yang dapat mempromosikan perkembangan desa secara internal dan berkelanjutan.

Ada 8 (delapan) issu yang perlu diperhatikan:

  1. Keamanan pangan
  2. Air bersih dan sanitasi
  3. E-governance
  4. Kesehatan
  5. Konektivitas
  6. Pendidikan
  7. Penciptaan lapangan kerja  
  8. Energi bersih dan terbarukan 

Ada 3 (Tiga) sektor untuk memerangi kemiskinan melalui Telematika Pedesaan:

  • Telemedicine
  • E-learning
  • E-governance

Sedangkan 4 (Empat) bidang kegiatan yang perlu dilakukan berkaitan dengan model Telematika Pedesaan:

  1. Platform Broadband yang murah
  2. Layanan yang andal
  3. R & D untuk pasar baru yang memerlukan
  4. Identifikasi kebutuhan pasar

Hal ini mirip dengan hasil riset yang dilakukan oleh Djadja Sardjana (IMTelkom, 2008) tentang “Village Phone” dari Grameen Telecom yang merupakan proyek percobaan dari Grameen yang didirikan Muhammad Yunus yang pada  tahun 2000 melibatkan 950 Village Phones yang menyediakan akses telepon kepada lebih dari 65,000 orang. Wanita-wanita desa/kampung mengakses kredit mikro untuk memperoleh pelayanan telepon selular GSM dan sesudah itu menjual lagi pelayanan tersebut di desa/kampung mereka. Grameen Telecom memperkirakan  bahwa ketika programnya selesai, akan ada 40,000 operator “Village Phone” dengan  laba bersih $24 juta USD tiap tahun.

Program Village Phone muncul sebagai solusi teknis terbaik yang tersedia untuk akses telekomunikasi universal pedesaan sesuai dengan keadaan Regulasi Telekomunikasi Bangladesh  dan kondisi ekonomi saat itu. Program “Village Phone” adalah suatu solusi organisatoris dan teknis untuk akses telekomunikasi pedesaan yang dibutuhkan oleh suatu lingkungan dengan regulasi telekomunikasi yang tidak mendukung bagi percepatan infrastruktur telekomunikasi pedesaan.

[youtube www.youtube.com/watch?v=CihRdrIaEw0]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: