Statuses

Telematika Pedesaan: Peningkatan Produktifitas Melalui Konektifitas

In Business, Desa, Grameen, IMTelkom, Manajemen, Pedesaan, Telekomunikasi, Telematika, Tokoh, Wirausaha on 14 Agustus 2013 by djadja Ditandai: , , , , , , , ,

Suatu hari seorang reporter melakukan wawancara dengan Iqal Quadir, Direktur Legatum suatu Pusat Pengembangan dan Kewirausahaan di MIT dengan transkrip sebagai berikut:

Ketika Iqbal masih sangat muda, hidup dengan saudara-saudaranya di sebuah desa di Bangladesh, ia diminta oleh ibunya untuk berjalan sekitar 10 km ke desa lain untuk mencari obat. Dia menghabiskan sepanjang pagi itu berjalan ke desa untuk menemukan dokter, namun ia sedang keluar mengunjungi pasien  serta mengambil persediaan obat di desa lain. Saat itu Iqbal menghabiskan waktunya untuk berjalan pulang dengan saku kosong.

Bertahun-tahun kemudian setelah pindah ke AS dan menerima gelar dari Wharton, ia menjadi bankir Wall Street. Dia kemudian mengalami hari yang tidak produktif  di awal 1990-an dengan mengambil data di Manhatten dengan disket (ingat disket?). Ponsel yang saat itu masih dalam tahap awal pengembangan – mahal, berat, dan dengan jangkauan yang masih langka. Namun sesuai Hukum Moore (kecepatan pemrosesan, kepadatan transistor, kepadatan pixel, kapasitas memori, dll … semua berkembang dua kali lipat setiap dua tahun), Iqbal tahu pasti bahwa dalam beberapa tahun mendatang ponsel akan menjadi murah, “Powerful” dan cakupannya tersedia di mana-mana. Jika ini akan menjadi kenyataan, ia beralasan, maka mengapa tidak mulai  dari sekarang untuk memberikan ponsel kepada penduduk desa di negara asalnya Bangladesh.

Jika dua puluh tahun yang lalu memiliki sapi atau kambing adalah bentuk mata uang di sebuah desa Bangladesh, lalu mengapa tidak bisa ponsel menjadi sapi? Iqbal mengambil argumen Grameen Bank  pemberi pinjaman kredit mikro yang bisa mewujudkan potensi orang desa, serta Telenor perusahaan telekomunikasi Norwegia, yang bisa membantu menyediakan infrastruktur. Sejarah membuktikan, Hari ini GrameenPhone memiliki hampir 40 juta pelanggan.

Pendekatan dasar piramida ini telah sangat meningkatkan produktivitas rakyat Bangladesh, meningkatkan standar hidup mereka, melahirkan sejumlah usaha kewirausahaan dengan menggunakan ponsel, dan tentu saja memberi keuntungan kepada Grameen Bank dan Telenor.

Sepertinya kita belajar dari Iqbal Quadir, bahwa konektivitas adalah produktivitas (connectivity is productivity), dan saat “Creative Age” hal ini menghubungkan ide-ide kreatif yang dapat ditindaklanjuti menjadi sebuah produk atau jasa.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=kVcP9uxx0wU]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: