Statuses

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kepemimpinan (Bagian-1)

In Business, Desa, Ilmiah, Leadership, Manajemen, Telekomunikasi, Telematika on 27 Februari 2014 by djadja Ditandai: , , , , , ,

1. PENDAHULUAN

Kepemimpinan merupakan topik yang selalu menarik diperbincangkan dan tak akan pernah habis dibahas. Masalah kepemimpinan akan selalu hidup dan digali pada setiap zaman, dari generasi ke generasi guna mencari formulasi sistem kepemimpinan yang aktual dan tepat untuk diterapkan pada zamannya. Hal ini mengindikasikan bahwa paradigma kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat dinamis dan memiliki kompleksitas yang tinggi.

Terminologi kepemimpinan lahir sebagai suatu konsekuensi logis dari perilaku dan budaya manusia yang terlahir sebagai individu yang memiliki ketergantungan sosial (zoon politicon) yang sangat tinggi dalam memenuhi berbagai kebutuhannya (homo sapiens). ABRAHAM MASLOW mengidentifikasi adanya 5 tingkat kebutuhan manusia :

  • 1). kebutuhan biologis,
  • 2). kebutuhan akan rasa aman,
  • 3). kebutuhan untuk diterima dan dihormati orang lain,
  • 4). kebutuhan untuk mempunyai citra yang baik, dan
  • 5). kebutuhan untuk menunjukkan prestasi yang baik.

Dalam upaya memenuhi kebutuhannya tersebut manusia kemudian menyusun organisasi dari yang terkecil sampai yang terbesar sebagai media pemenuhan kebutuhan serta menjaga berbagai kepentingannya. Bermula dari hanya sebuah kelompok, berkembang hingga menjadi suatu bangsa. Dalam konteks inilah, sebagaimana dikatakan Plato dalam filsafat negara, lahir istilah kontrak sosial dan pemimpin atau kepemimpinan

2. TEORI DAN MODEL KEPEMIMPINAN

Dalam bahasa Indonesia “pemimpin” sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Istilah pemimpin, kepemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama “pimpin”. Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda. Pemimpin adalah suatu peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Adapun istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin”. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

2.1 TEORI KEPEMIMPINAN

Kajian mengenai kepemimpinan termasuk kajian yang multi dimensi, aneka teori telah dihasilkan dari kajian ini. Teori yang paling tua adalah The Trait Theory atau yang biasa disebut Teori Pembawaan. Teori ini berkembang pada tahun 1940-an dengan memusatkan pada karakteristik pribadi seorang pemimpin, meliputi : bakat-bakat pembawaan, ciri-ciri pemimpin, faktor fisik, kepribadian, kecerdasan, dan ketrampilan berkomunikasi. Tetapi pada akhirnya teori ini ditinggalkan, karena tidak banyak ciri konklusif yang dapat membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin.

Dengan surutnya minat pada Teori Pembawaan, muncul lagi Teori Perilaku, yang lebih dikenal dengan Behaviorist Theories. Teori ini lebih terfokus kepada tindakan-tindakan yang dilakukan pemimpin daripada memperhatikan atribut yang melekat pada diri seorang pemimpin. Dari teori inilah lahirnya konsep tentang Managerial Grid oleh ROBERT BLAKE dan HANE MOUTON. Dengan Managerial Grid mereka mencoba menjelaskan bahwa ada satu gaya kepemimpinan yang terbaik sebagai hasil kombinasi dua faktor, produksi dan orang, yaitu Manajemen Grid. Manajemen Grid merupakan satu dari empat gaya kepemimpinan yang lain, yaitu : Manajemen Tim, Manajemen Tengah jalan, Manajemen yang kurang, dan Manajemen Tugas.

Pada masa berikutnya teori di atas dianggap tidak lagi relevan dengan sikon zaman. Timbullah pendekatan Situational Theory yang dikemukakan oleh HARSEY dan BLANCHARD. Mereka mengatakan bahwa pembawaan yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah berbeda-beda, tergantung dari situasi yang sedang dihadapi. Pendekatan ini menjadi trend pada tahun 1950-an.
Teori yang paling kontemporer adalah teori Jalan Tujuan, Path-Goal Teory. Menurut teori ini nilai strategis dan efektivitas seorang pemimpin didasarkan pada kemampuannya dalam menimbulkan kepuasan dan motivasi para anggota dengan penerapan reward and punisment.

2.2 MODEL KEPEMIMPINAN

Perkembangan teori-teori di atas sesungguhnya adalah sebuah proses pencarian formulasi sistem kepemimpinan yang aktual dan tepat untuk diterapkan pada zamannya. Atau dengan kata lain sebuah upaya pencarian sistem kepemimpinan yang efektif dan strategis.

Kepemimpinan harus mempunyai prinsip yang menurut STEPHEN R. COVEY dalam Principle Centered Leadership terdiri dari:

  • 1). Belajar terus menerus, mereka membaca, berlatih, dan mendengarkan masukan;
  • 2). Berorientasi pada pelayanan, mereka melihat hidup sebagai suatu misi dan tidak hanya sebagai suatu karir;
  • 3). Memancarkan energi positif, mereka optimistis, positif, dan modern;
  • 4). Mempercayai orang lain, mereka tidak tidak berekasi berlebihan pada perilaku negatif, kritik dan kelemahan;
  • 5). Hidup seimbang, mereka memperhatian keseimbangan jasmani dan rohani, antara yang tradisionil dan yang modern;
  • 6). Melihat hidup sebagai petualangan, mereka menghargai hidup di luar kenyamanan;
  • 7). Sinergistik, mereka memilih untuk memfokuskan diri pada kepentingan orang lain dan mampu membina energi-energi yang dimiliki organisasi; dan
  • 8). Melaksanakan pembaharuan diri, mereka memiliki karakter yang kuat dan sehat, serta berdisiplin tinggi.

Atas dasar prinsip-prinsip itulah maka kepemimpinan menuntut hal-hal sebagai berikut :

  • 1). Kelompok bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang dipegang kelompok;
  • 2). Masing-masing anggota kelompok memiliki kualitas dan nilai-nilai tertentu yang memberikan kontribusi pada berfungsinya mekanisme kelompok secara efektif.

Pada bagian lain Bernardine R. Wirjana menyatakan, bahwa prinsip-prinsip yang mutlak dalam suatu kepemimpinan adalah :

  • 1). Mengerti diri sendiri dan selalu berbuat untuk perbaikan diri sendiri;
  • 2). Menguasai keahlian teknis;
  • 3). Mempunyai tanggung jawab dan bertanggung jawab;
  • 4). Mengambil keputusan yang matang dan tepat waktu;
  • 5). Menjadi peran/role model bagi karyawannya;
  • 6). Mengenal karyawan dan memperhatiakn kesejahteraannya;
  • 7). Membuat anggota selalu mendapat informasi yang mereka perlukan;
  • 8). Menumbuhkan rasa tanggung jawab;
  • 9). Menjamin bahwa tugas-tugas dapat dimengerti;
  • 10). Melatih anggota-anggota sebagai tim;
  • 11). Menggunakan sepenuhnya kapabilitas organisasi.

Prinsip kepemimpinan adalah asas yang mengandung kebenaran dan pantas untuk selalu digunakan oleh setiap pemimpin. Prinsip-prinsip kepemimpinan meliputi :

  • 1. Mahir dalam soal-soal teknis dan taktis.
  • 2. Mengetahui diri-sendiri, mencari dan selalu berusaha memperbaiki diri.
  • 3. Memiliki keyakinan bahwa tugas-tugas dimengerti, diawasi dan dijalani.
  • 4. Mengenal anggota-anggota bawahan serta memelihara kesejahteraannya.
  • 5. Memberi teladan dan contoh yang baik.
  • 6. Menumbuhkan rasa tanggung jawab di kalangan anggota.
  • 7. Melatih anggota bawahan sebagai satu tim yang kompak.
  • 8. Buat keputusan-keputusan yang sehat, tepat pada waktunya.
  • 9. Memberi tugas dan pekerjaan kepada bawahan sesuai dengan kemampuannya.
  • 10. Bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan.

Setiap permasalahan kepemimpinan selalu meliputi 3 (tiga) unsur yang terdiri dari:

  1. Unsur manusia : yaitu manusia yang melaksanakan kegiatan memimpin atas sejumlah manusia lain atau manusia yang memimpin dan manusia yang dipimpin.
  2. Unsur sarana: yaitu Prinsip dan Teknik Kepemimpinan yang digunakan dalam pelaksanaan Kepemimpinan, termasuk bakat dan pengetahuan serta pengalaman pemimpin tersebut.
  3. Unsur tujuan: yaitu tujuan bersama apa yang ingin dan akan diwujudkan untuk kepentingan bersama.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=T1ufBMeEC4Q]

8 Tanggapan to “Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kepemimpinan (Bagian-1)”

  1. Terima kasih Pak Djadja …artikel yang selayaknya banyak dibaca para kepsek dan pengambil kebijakan!🙂

  2. Masya Allah, menarik sekali jadi pemimpin jika sangat memahami prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut, saya ingat pak wisnu garjito (pemimpin thegreencocoisland.net) yang memberi istilah untuk prinsip-prinsip diantaranya: “anak ayamku ada dimana, kereta ini berhenti di stasiun mana aja, dan tim perahu layar (siapa sebagai apa dan tugasnya apa)

    • Pemimpin adalah orang yang duduk, berdiri dan berjalan dengan kesadaran bahwa keberadaan dirinya merupakan simbol arah kebersamaan dari yang dipimpinnya.

      Ia tidak menonjolkan diri, namun terlihat menonjol karena mencoba memberikan yang terbaik bukan atas nama dirinya, namun atas nama kaumnya🙂

  3. Beranikah semua Kepala Sekolah Jika Prinsip-prinsip tersebut boleh dipajang sebagai banner di Ruang Piket, di ruang guru, di Ruang Kepala Sekolah sebagai alat untuk panduan dan menyemangati/ motivasi untuk terus memantaskan dirinya sebagai Pimpinan dan jika jauh dari harapan prinsip-prinsip tersebut ia menjadi malu menyandang jabatannya

    • Itu yang diharapkan oleh murif dan orang tuanya karena mereka dan rakyat Depok adalah pemilik sebenarnya dari sekolah…..

      Kadang, orang barat mengatakan “Your salary paid by your people” (Gaji anda dibayar oleh masyarakat) melallui SPP, sumbangan dan pajak.

      Pada dasarnya, merekalah yang harus memperoleh hasil kinerja terbaik dari semua pemangku kepentingan pendidikan🙂

  4. Mantaaap Pak, semoga artikel ini dibaca oleh Seluruh Komponen sekolah khususnya di Kota Depok terutama bagi mereka yang telah menerima jabatan pimpinan sedangkan ia tahu bahwa sebenarnya ia tidak sanggup menjalankan amanah pimpinan tersebut

    • Terima kasih pak….

      Semoga kita sebagai pendidik menyadari bahwa: “Peserta didik bukanlah orang lain, namun mahluk mulia yang juga akan menjadi penolong keturunan kita di masa datang”🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: